Ammunition, Rumah Desain Obi & Perkakas Fenomenal di Jagat TI

ammunition production
San Fransisco – Sempat menyaksikan anak belia Jakarta dgn earphone agung di telinga? Atau megaphone yg biasa diperlukan para demonstran di jalanan sampai perangkat dapur seperti sendok gelas yg biasa nampak di restoran?

Nyatanya product yg dikenal warga luas tersebut dihasilkan dari suatu rumah seni (avant garde) para desainer ‘Ammunition’ dari gedung yg tak terlampau mewah di jantung kota San Francisco. Tepatnya di kawasan Sansome Street yg tak jauh dari Dermaga 29 di kota technologi itu.

Tetapi, kendati dekat dgn keramaian Pier 29 yg ramai wisatawan, hiruk-pikuknya tak terdengar. Dikarenakan dirinya dikelilingi taman & perkantoran bersama ide go green yg teduh & inspiratif.

Setidaknya bagi 46 desainer jejaka yg dinaungi oleh avant garde, ruangan tersebut yakni sarang buat menggantikan ide-ide baru.

“Di lokasi ini beraneka masalah kami selesaikan dgn ringan,” salah satu desainer yg menyapa kami di pintu masuk, Kamis pagi (27/8) atau Jumat saat Jakarta.

Nalar kreatif itu sejak mulai menyentuh sejak kaki menginjak di lobi Ammunition. Lobi dibuat ringan bersama cat warna putih dominan minim sekat utk menciptakan komunikasi tempat yg lebih interaktif. Sekian Banyak set sofa setengah telur di tengahnya menciptakan kami serasa masuk lokasi keluarga terhadap kebanyakan daripada kantor yg penuh beban kerja.

Di sudut kiri terdapat lounge buat menjamu tamu yg mengakses bersama pantry tidak dengan sekat. Sementara menuju lounge ini dipajang sekian banyak karya Ammunition seperti earphone Beats.

“Di lokasi ini, kami tak sekadar menciptakan product yg sekedar disukai seperti permen lolipop. Tapi mesti fungsional dgn memperhatikan bermacam elemen,” kata Robert Brunner, boss Ammunition.

Terakhir, Brunner & timmya diminta John Sculley buat membuat design handphone pintar murah tapi konsisten bermutu. Handphone Pintar bersama bendera Obi Mobile itu diluncurkan Rabu tempo hari kala San Francisco berlabel SF1 & SJ1.5.

Bagi mantan CEO Apple itu, bukan tidak dengan argumen menunjuk Brunner buat membuat design SF1 & SJ1.5. Tuturnya, Brunner telah mengerti nafas & nyawa satu buah ponsel canggih karena sempat mengepalai divisi design Apple kepada 1989-1996.

Brunner juga yg menelorkan Powerbook, cikal akan notebook trendi yg ringkas & seperti tampak diwaktu ini. Dengan Steve Jobs, Brunner terlibat aktif dalam proyek-proyek Apple yg melegenda.

“Inti info di sini bukan aku tetapi dirinya, mereka. beliau(Brunners-red.) dgn Steve Jobs yg paling mengerti rancangan & costumer,” puji Schulley ke Brunner & Jobs yg notabene sempat dipecatnya.

Comments are closed.