Kata KPK Soal Mega dan Amien Rais yang Disebut SDA Pakai Sisa Kuota Haji

surya dharma ali mantan menti agama

Agen Bola Terpercaya – Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali membeberkan banyaknya nama tokoh yg dinamakan memanfaatkan sisa kuota haji nasional terhadap th 2012 di antaranya Megawati Soekarnoputri & Amien Rais. Komisi Pemberantasan Korupsi tetap menunggu proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atas penyebutan jumlahnya nama oleh Suryadharma dalam nota keberatan (eksepsi).

“Kami dengan cara hukum, konsisten mesti menunggu hingga putusan Sumber Daya Alam berkekuatan konsisten. Putusan konsisten itu yg nantinya dapat memastikan ada tidaknya tanggungjawab pidana atas nama-nama tersebut,” kata Plt Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Indriyanto Seno Adji kala dikonfirmasi, Selasa (8/9/2015).

Indriyanto menegaskan penyebutan nama-nama tak mampu senantiasa diartikan turut bertanggungjawab dengan cara hukum lantaran perlu sarana bukti yg menunjukkan nama-nama yg dinamakan laksanakan penyimpangan.

(Baca Serta : Utak Atik Kuota Haji, Sumber Daya Alam Dinamakan Jaksa Singkirkan Calhaj Demi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat)

“Penyebutan nama-nama tak senantiasa diartikan bahwa mereka turut bertanggung jawab pidana, kecuali putusan pokoknya membuktikan adanya keterlibatan mereka,” sambungnya.

Dalam dakwaan Suryadharma dinamakan menggunakan jabatannya yang merupakan Menteri Agama buat pemanfaatan sisa kuota nasional th 2010-2012. Para calon jemaah haji yg telah mengantre buat jadwal keberangkatan malah disingkirkan Suryadharma, demi koleganya di Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat.

(Baca pula : Bantah Utak Atik Kuota Haji, ini Pembelaan Suryadharma Termasuk Juga Soal Kiswah)

Kusus buat th 2012, ada sisa kuota haji nasional 2.585. Dalam pemanfaatan sisa kuota tersebut, Suryadharma menyalahgunakan wewenangnya dgn mengakomodir & mengutamakan calon jemaah haji yg diusulkan oleh anggota Komisi VIII.

Utk menggunakan sisa kuota haji nasional, petinggi Kementerian Agama dalam rapat memutuskan menaikkan batas minimum umur jemaah haji yg berwenang mempergunakan sisa kuota nasional.

Menurut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi buat membuat kesan seakan-akan perubahan batas minimum umur tersebut sah, Anggito Abimanyu menerbitkan Surat Ketentuan Dirjen PHU Nomnor D/741 A Th 2012 yg kepada pokoknya mengakomodir pemakaian sisa kuota nasional buat anggota Dewan Perwakilan Rakyat & pihak yang lain.

Ada 971 jemaah haji yg dinamakan Komisi Pemberantasan Korupsi bertolak tidak dengan berdasarkan antrean No. porsi yg mengakibatkan nilai manfaat setoran BPIH yg sudah disetorkan 971 jemaah haji cuma Rupiah 1.091.804.399 maka belum lumayan membayar budget tak serentak seperti budget penerbangan Pegawai kloter, general service & anggaran operasional baik di dalam negara ataupun di Arab Saudi yg selayaknya Rupiah 8.514.536.464.

Buat menutup kekurangan direct cost tersebut, Anggito Abimanyu atas persetujuan Suryadharma menurut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memakai nilai manfaat BPIH yg sudah disetorkan oleh calon jemaah haji lain yg tetap dalam antrean. Dari list sisa kuota calon haji kepada thn 2012 sejumlah 971 jemaah yg disebutkan dalam dakwaan, tiada nama Megawati & Amien Rais.

Kami adalah Agen Bola dan Sabung ayam online yang paling terpercaya dan aman di Indonesia yang menyediakan pelanggan kami kesempatan untuk bertaruh dengan nama yang paling dihormati dalam industri perjudian online. Bandar303.com bekerjasama dengan merk seperti SBOBET, MAXBET, AFB88, M8BET, 998BET, dan ASIA77, yang menjadi pelopor terdepan dalam industri judi online Asia dengan pengalaman bertahun-tahun di bawah Naungan First Cagayan. Didukung oleh beberapa casino online terbesar di Asia seperti SBOBET Casino, MAXBET Casino, 1s Casino, LeoCity88, ASIA77, 998BET, M8BET dan CBO855 , dan Game Casino Lainnya. Dan Juga Game-game Unggulan yaitu S1288.net (Sabung Ayam Online) dan Juga Togel Klik4D . Pemain tidak pernah perlu khawatir tentang kurangnya Sensasi Bermain Berbagai Macam permainan di Bandar303.com selaku Agen Bola Terpercaya.

Comments are closed.