Warga: Kenapa Setiap Presiden Datang, Kabut Asap Riau Hilang?

070313700_1410931908-Senapelan-20140313-02485

Kabut asap yg menyelimuti Riau berangsur-angsur menghilang berbarengan bersama kehadiran Presiden Jokowi atau Joko Widodo. Tapi aspek ini malah menciptakan penduduk Riau gelisah.

Di waktu sang presiden datang, kabut asap yg telah menyesakkan penduduk sejak 3 bln dulu itu malah menipis. Jarak pandang yg diawal mulanya berkisar beberapa ratus m buat sementara kini membaik sampai radius 3 km.

“Kenapa ya, tiap-tiap Presiden datang asap senantiasa menghilang di Riau. Hri ini Presiden Joko Widodo datang, asap pekat sejak mulai menghilang. Factor ini pun berjalan waktu Presiden SBY lalu datang ke Riau utk mengawasi kebakaran hutan, asap mendadak menipis,” celetuk T Simbolon, penduduk di Pekanbaru, Riau, Jumat (9/10/2015).

Akibatnya, kata ia, Joko Widodo tidak mampu menonton segera keadaan asap pekat Riau yg sebenarnya.

“Kalau ada asap pekat kan menjadi lebih menarik kunjungan Presiden Joko Widodo ke Riau. Joko Widodo menjadi dapat merasakan penderitaan warga Riau selamat sekian banyak bln ini,” ucap Simbolon.

Petugas negara sipil (PNS) di Mapolda Riau itu menginginkan, kehadiran Joko Widodo sanggup berikan solusi yg berarti. Maka kebakaran hutan & lahan pula kabut asap yg melanda Riau tiap tahunnya sanggup teratasi.

“Mudah-mudahan ada solusi yang merupakan antisipasi agar kejadiannya tidak berulang th. Lantaran sejauh ini upaya pencegahan tak terjadi maksimal,” harap Simbolon.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo sudah tiba di Kab Kampar, Riau sejak pukul 11.00 WIB. Memanfaatkan kemeja putih, celana hitam, & dipadu topi merah, dirinya serta-merta mendatangi puskesmas di Kecamatan Kuok, Kampar.

Di puskesmas itu beliau mengawasi penduduk yg mengalami kesukaran pernapasan akibat kabut asap. Joko Widodo serta menyempatkan diri membagikan Card Indonesia Sehat (KIS) terhadap penduduk.

Joko Widodo memaparkan, card itu dapat dijadikan penduduk buat berobat dengan cara cuma-cuma, terutama yg jadi korban dikarenakan kabut asap dari kebakaran hutaan & lahan.

Sesudah mengawasi Puskesmas, Joko Widodo lakukan salat Jumat di Islamic Center Bangkinang, Kab Kampar. kemudian, beliau berencana ke Rimbo Panjang buat menonton secon kebakaran hutan & lahan.

Walau asap telah menipis di Riau, bukan berarti tak ada titik panas di Pulau Sumatera. Pagi ini, satelit mendeteksi 414 di Sumatera, di mana Propinsi Sumatera Selatan masihlah mendominasi.

“Di Sumsel terdeteksi 363 titik panas. Buat Riau sendiri ada 2, setelah itu Lampung 9, Bengkulu 8, Jambi 1, Bangka Belitung 31,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika) Sugarin

Comments are closed.