Dari Narik Becak di Stadela, Maman Bisa Sekolahkan Anaknya Hingga S1

dari narik becak sekolahkan anak s1

Profesi tukang becak kerap dilihat sebelah mata. Tetapi siapa sangka, para abang becak ini mempunyai mimpi gede bakal hari esok anak-anak mereka. Tentunya satu, mereka tidak ingin anak-anaknya serta berprofesi mengikuti ayahnya. Sebab itu abang becak ini kerja keras supaya mampu upah gede.

“Alhamdulillah dua anak aku telah lulus S1 & SMK. Seluruhnya budget aku temukan dari narik becak,” kata Maman Safei (60) sumringah ketika ditemui akhir minggu tempo hari di pangkalan Stasiun Depok Lama (Stadela), Depok, Jawa Barat.

Anak-anaknya dua orang wanita. Maman tidak mengungkap anaknya bersekolah di mana. Tentunya, anak-anaknya telah menikah & tinggal di Depok. Maman sebenarnya telah diminta tidak ngebecak lagi, namun cowok yg sejak thn 1975 jadi tukang becak ini masihlah pilih setia bersama profesinya.

Di rumah di Depok, Maman tinggal dengan istrinya. Duit gaji Rupiah 100 ribu sehari dapat dipakai buat makan sehari-hari. Maman tidak butuh meminta ke anaknya.

“Alhamdulillah aku dapat sekolahkan anak aku hingga selesai. Itu seluruh hasil dari narik becak,” jelas Maman.

Maman tenang diwaktu narik becak, bahkan terkadang lelap tidur di becaknya. Pukul 08.00 WIB beliau ke luar rumah yg tidak jauh dari stasiun, & siang pulang utk makan siang & istirahat. Dulu narik becak lagi sampai pukul 21.00 WIB, kala tidak sedikit konsumen commuter line pulang. & di periode hujan kelak, Maman telah menaruh harap bakal gaji yg lebih dari hari-hari kebanyakan.

“Kalau periode hujan, lebih ramai. Orang yg nggak bawa mantel lebih milih naik becak,” tutup ia.

Comments are closed.