Ada Prestasi, Tapi Belum Menggembirakan

Setahun Ahok, Senator Fahira : Ada Capaian, Tapi Belum Menggembirakan

Agen Bola Setahun telah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi Gubernur DKI Jakarta. Jumlahnya petinggi baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DPRD, & Dewan Perwakilan Daerah memberikan sekian banyak evaluasi. Catatan antara lain datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah yg mewakili Jakarta Fahira Idris.

Fahira mengakui ada sekian banyak capaian di setahun umur Ahok memimpin Jakarta. Tetapi tidak sedikit persoalan Jakarta yg belum ditangani dengan cara simultan & sistemik oleh Ahok.

“Ada capaian, tapi belum mengembirakan. Jakarta tetap dibelit tidak sedikit masalah. Banjir, sampah, system manajemen transportasi, persoalan anak & wanita pun beraneka persoalan lain belum ditangani dengan cara simultan & sistemik,” kata Fahira Idris lewat keterangan tertulisnya, Jumat (20/11/2015).

Persoalan banjir & laju penurunan tanah pun hilangnya hutan bakau di pesisir Jakarta merupakan sederat faktor yg belum bisa ditangani dalam setahun kepemimpinan Ahok. Menurut Fahira, laju penurunan tanah di Jakarta teramat luar dapat ialah pertahun mampu 10 centi m.

“Bahkan di sekian banyak wilayah di sektor utara Jakarta laju penurunan tanah mencapai 26 senti meter pertahun,” kata Fahira.

Keadaan ini, kata Fahira, diperparah bersama beralihnya hutan bakau di pesisir Jakarta yg fungsinya menghalangi limpasan air laut ke darat diwaktu berlangsung pasang air laut (rob), jadi perumahan mewah & tempat-tempat komersil.

“Penanganannya (banjir) tak cuma normalisasi sungai, tapi mencoba tinjau ulang izin-izin perumahan mewah & pusat perbelanjaan yg berdiri di sepanjang pesisir Jakarta. Cepat susun aturan yg tegas soal batas penyedotan air tanah terutama untuk industri & pusat-pusat komersil. Selagi ke-2 persoalan ini tak diselesaikan, banjir dapat konsisten menghampiri Jakarta,” kata Fahira yg pula Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah ini.

Terkait persoalan sampah, menurut Fahira, telah saatnya Pemprov DKI Jakarta memperlakukan persoalan sampah, sama seriusnya dgn mengatasi banjir & terhenti. Terlebih bersama APBD yg pass agung, tiap wilayah administrasi di Jakarta masing-masing telah miliki ruangan pembuangan sampah terpadu (TPST).

TPST tersebut mesti di lengkapi dgn sarana sampah terpadu Intermediate Treatment Facility/ITF atau Alat Pengolahan Sampah Antara utk mengurangi jumlah sampah sebelum masuk ke TPST di Bantargebang.

Persoalan lain, yg pun lumayan mengganggu pembangunan di Jakarta yakni, daya serap APBD yg teramat rendah. Satu-satunya trick mengatasi ini merupakan, gubernur mesti punyai kapabilitas mendorong atau memotivasi piranti & aparatur daerah juga sebagai pelaksana pembangunan, maka PNS Pemprov DKI Jakarta berani jadi pelaksana & penanggung jawab beragam proyek pembangunan.

diluar itu, lanjut Fahira, salah satu tantangan paling besar Jakarta merupakan, dapat berpredikat yang merupakan kota pantas anak & ramah pada wanita, yg benar-benar bukan tugas gampang, sebab butuh proses, perencanaan yg matang, eksekusi yg serasi, & saat yg tak singkat.

Sementara itu, biar Jakarta dapat lebih ramah wanita, aturan-aturan sederhana sebenarnya telah dapat dilakukan. Contohnya, di Jakarta tak ada lagi papan reklame di seluruhnya jembatan penyeberangan lantaran bakal menghalangi pandangan seandainya ada tindak kriminal kepada wanita waktu menyeberang di atasnya, atau yg paling mendesak kini merupakan menciptakan system transportasi umum yg ramah wanita maka kita tak lagi mendengar ada wanita diperkosa diangkot.

“Sayangnya, setahun ini, aku belum menyaksikan ada terobosan, mulai sejak dari regulasi sampai perbuatan. Syarat menjadi kota patut anak & ramah wanita itu berat. Oleh Karenanya mesti dimulai dari waktu ini & dapat sejak mulai dari hal-hal yg sederhana,” tegasnya.

Comments are closed.