Anggota DPR Dorong Pertamina Laporkan ‘Katebelece Novanto’

Anggota DPR Dorong Pertamina Laporkan Katebelece Novanto ke Bareskrim

Agen Sabung Ayam Katebelece atas nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yg di terima Pertamina menjadi polemik. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Inas Nasrullah Zubir menyarankan Pertamina melaporkan katebelece atas nama Setya Novanto itu ke Bareskrim Polri.

“Kalau surat itu bukan dari ketua dewan, mestinya ia laporkan ke Bareskrim dikarenakan pemalsuan surat. Hingga sekarang ini kok nggak ada,” kata Inas Nasrullah waktu berbincang, Sabtu (21/11/2015).

Katebelece itu berisi soal permintaan pertolongan pihak yg mengatasnamakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto ke Dirut Pertamina biar memperlancar urusan negosiasi kontrak penyewaan tanki BBM milik PT Orbit Terminal Merak. Inas mengemukakan, masalah kontrak itu sempat dibahas dalam rapat komisi VII. Dikala itu perusahaan rekanan Pertamina itu tetap bernama Oiltanking Merak. Kontrak itu tak dibayar dikarenakan memang lah kemahalan.

“Besok (Senin, 23 Nopember) kan bakal ada Panja Migas, kami bakal minta Pertamina perlihatkan mana surat itu. Itu yg mesti diklarifikasi,” ujarnya.

Jikalau nyata-nyatanya surat itu benar, sehingga dirinya serius bakal melaporkan Novanto lagi ke MKD juga sebagai dugaan pelanggaran etik lantaran memakai jabatan utk keperluan grup. Pada Awal Mulanya Inas sempat melaporkan Novanto ke MKD terkait ‘Trumpgate’/

“Itu pelanggaran! Boleh nggak dewan urusin business orang? Kan nggak boleh,” ulas politikus Hanura ini.

“Kalau benar ini surat pimpinan, sehingga telah tiga kali (Novanto dilaporkan ke MKD). Jika telah tiga kali nggak mundur pula, melampaui batas!” tegasnya. Tiga kali itu termasuk juga Trumpgate & Freeport.

Pertamina menerima surat pengantar dari petinggi atau katebelece a/n Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto 19 Oktober 2015 dulu. Belakangan, pihak Setjen Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan katebelece itu palsu. Mengisi katebelece itu nyatanya terkait kasus yg sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

Isikan katebelece yg di terima Pertamina itu soal permintaan pertolongan terkait negosiasi kontrak antara Pertamina bersama PT Orbit Terminal Merak terkait daya simpan BBM. Nyatanya, Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menyelidiki kontrak tersebut. Kontrak itu bermasalah lantaran tarif penyewaan tanki PT Orbit Terminal Merak dinilai kemahalan & tidak wajar.

Setya Novanto telah membantah sempat menciptakan & mengirim katebelece ke Pertamina. Soal kop Dewan Perwakilan Rakyat yg ada di surat itu, Novanto menduga dibuat oleh orang lain :

“Saya tak sempat merasa menciptakan & mengirim surat ke Pertamina,” kata Novanto.

Comments are closed.