Razia PSBB di Jakarta, Petugas Paksa Turunkan Penumpang Tidak Bermasker

Razia PSBB di Jakarta, Petugas Paksa Turunkan Penumpang Tidak Bermasker

PSBB yang merupakan Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah mulai diterapkan di jakarta, petugas kepolisian akan terus melakukan razia kendaraan di 33 checkpoint yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dalam 14 hari kedepan dimulai dari hari ini sampai dengan 24 april 2020, Petugas Kepolisian Polda Metro Jaya dan Anggota dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memantau para pengendara yang melintas di wilayah Jakarta.

Razia PSBB di Jakarta, Petugas Paksa Turunkan Penumpang Tidak Bermasker

Pemeriksaan ini akan dilakukan kepada pengguna kendaraan bermotor maupun mobil, pemeriksaan pun meliputi penggunaan masker dan tidak berkumpulan di dalam mobil. selain itu bagi para pengguna motor dijalanan wajib menggunakan sarung tangan dan bagi pengendara mobil juga akan dicek dengan ekstra ketat oleh tim kepolisian mengenai jumlah penumpang yang ada di setiap mobil.

Untuk penumpang mobil dibatasi sesuai dengan undang – undang Pergub nomor 33 tahun 2020 yang berlaku mengenai pelaksanaan PSBB, aturan tersebut antara lain adalah Mobil sedan hanya boleh di isi oleh 3 orang dengan posisi duduk satu di depan dan dua dibelakang. semua orang wajib menggunakan masker.

Jika jumlah penumpang pada suatu mobil tesebut sudah melebih aturan yang berlaku dan yang ditentukan, maka Kombes Pol Yusri mengatakan pihaknya akan meminta pengendara untuk memutar balik dan segera kembali. tetapi apabila penumpang melebihi batas maksimal orang didalam mobil dan jika diminta untuk turun mereka bersedia, maka mobil akan tetap bisa melanjutkan perjalanan.

“Ya apabila melebihi dari kapasitas ketentuan, misalkan mobil sedan harusnya tiga tetapi diisi lebih dari jumlah yang telah ditentukan maka penumpangnya harus turun atau memutar balik untuk kembali pulang.” ujar yusri.

Selain berjaga di 33 check point yang sudah ditentukan, pihaknya juga akan rutin melakukan patroli ditempat – tempat yang sudah ditentukan, apabila masih ada juga pengendara yang masih melanggar aturan yang sudah ditentukan maka akan diberikan teguran dan diminta untuk mengikuti aturan yang sudah diterapkan.

“Saat ini jika kami menemukan ada yang melanggar kami tegur berupa penindakan penjara satu tahun atau denda sebesar Rp.100 juta belum kami terapkan saat ini. kecuali apabila ada pengendara yang tidak mau ditertibkan saat melanggar aturan dan juga menantang petugas akan dilakukan penindakan.

“Misalkan mobil sedan yang harus diisi tiga penumpang akan tetapi mobil tersebut diisi oleh lima orang, pada saat ditertibkan beliau malah menantang petugas maka dengan begitu beliau akan kami tindak, karena sudah melanggar hukum melawan petugas kepolisian,” tutur Kombes Pol Yusri.