15.000 pekerja di Tangerang diberhentikan, kata bupati

Hampir 15.000 pekerja telah di-PHK karena pandemi COVID-19 di Tangerang, Banten, kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Ahmed menambahkan bahwa 9.386 pekerja telah cuti akibat pandemi. Para pekerja yang diberhentikan atau di-cuti berada di 13 perusahaan yang menyatakan bangkrut.

“Belum lagi perusahaan besar dengan 8.000 karyawan yang akan ditutup Juli ini,” kata Ahmed dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa

Ahmed mengatakan pemerintahannya akan terus melacak karyawan yang diberhentikan selama pandemi. Menurut Ahmed, jumlah total pekerja yang diberhentikan akan mencapai 23.000 pada Juli.

BACA JUGA : Novak Djokovic menuduh para kritikus menjadikannya witch-hunt”

Di seluruh negeri, Kementerian Tenaga Kerja mencatat bahwa hingga 27 Mei, 1,79 juta pekerja di-PHK atau dilemparkan ke tengah-tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Tangerang Jurnaji mengatakan jumlah pekerja yang diberhentikan akan terus meningkat jika situasi pandemi tidak membaik.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Jurnaji mengatakan lembaganya telah membentuk tim pemantauan untuk menilai efek COVID-19. Tim ini akan bertugas memfasilitasi sesi konseling dengan perusahaan, karyawan, dan serikat pekerja.

Kabupaten Tangerang masih di bawah pembatasan sosial skala besar (PSBB) hingga 12 Juli.

Hubungi Kami Melalui Kontak Dibawah Ini :

  • Whatsapp : +62878 8969 8978
  • Line & Wechat : BANDAR303
  • Telegram : +62878 8969 8978
  • ‘Kesenangan Anda, Komitmen Kami’ adalah semboyan dari layanan kami. Kami Berusaha Semaksimal Mungkin Untuk Memberikan Pelayanan Yang Terbaik

Demikianlah ulasan berita mengenai 15.000 pekerja di Tangerang diberhentikan, kata bupati yang bisa Newsloop berikan semoga bermanfaat bagi anda semua.