Tes Mengungkapkan Peningkatan Cluster COVID-19 Dirumah Ibadah Jakarta

Lebih dari separuh orang yang dites COVID-19 di rumah ibadat ditemukan menderita penyakit itu, ungkap otoritas kesehatan.

Menurut ahli epidemiologi Dewi Nur Aisyah dari gugus tugas nasional COVID-19, tingkat kepositifan di rumah ibadah telah mencapai 74 persen, naik dari 51 persen.

Tingkat kepositifan mengacu pada persentase hasil positif dari semua tes yang dilakukan dalam sebuah cluster.

Data Dinas Kesehatan Jakarta dari 4 Juni hingga 28 Juli menunjukkan ada 114 kasus yang dikonfirmasi dari sembilan rumah ibadah di seluruh ibu kota. Kebanyakan dari mereka berada di gereja dan masjid, dengan masing-masing tiga kelompok dan total 40 kasus.

Sementara itu, otoritas kesehatan mencatat satu cluster di asrama ulama, pesantren [pesantren] dan tahlil (doa Islam orang mati), dengan total 74 kasus.

BACA JUGA : Okinawa Jepang Menyatakan Keadaan Darurat Ketika Kasus Virus Melonjak

“Tingkat positif kemungkinan [meningkat] karena orang terus berkumpul di satu tempat, seperti di asrama ulama,” kata Dewi pada hari Jumat seperti dikutip oleh tempo.co.

Selama transisi dari pembatasan sosial skala besar (PSBB), ibukota menentukan lima jenis cluster COVID-19, yaitu rumah ibadah, area perumahan, pasar, kantor dan fasilitas kesehatan.

Gubernur Anies Baswedan memperpanjang masa transisi PSBB selama dua minggu mulai hari Jumat setelah Jakarta gagal memperlambat peningkatan harian kasus COVID-19. Tingkat kepositifan modal mencapai 6,5 persen dalam sepekan terakhir, di atas angka yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk relaksasi, yaitu 5 persen atau di bawah.

Nomor reproduksi harian COVID-19 terbaru kota (Rt) juga berdiri di 1. Wabah dianggap terkendali jika jumlahnya di bawah 1.

Hubungi Kami Melalui Kontak Dibawah Ini :

Demikianlah ulasan berita mengenai Tes Mengungkapkan Peningkatan Cluster COVID-19 Dirumah Ibadah Jakarta yang bisa Newsloop berikan semoga bermanfaat bagi anda semua.